BETERNAK ANGSA DI PEKARANGAN RUMAH, KENAPA TIDAK ?

Angsa termasuk jenis unggas yang berasal dari genus Cygnus famili Anatidae. Saat ini banyak masyarakat yang dengan sengaja memelihara angsa di rumahnya sebagai hobi. Hal ini karena beternak angsa sangatlah mudah. Kelebihan beternak angsa dibandingkan unggas lainnya adalah unggas satu ini tanpa pemberian pakan khusus dapat berkembang biak dengan baik. Selain itu, angsa juga lebih kebal terhadap serangan penyakit. Oleh karena itulah, tidak ada salahnya jika Anda mencoba beternak angsa di pekarangan atau halaman rumah.

Beternak Angsa di Pekarangan Rumah, Kenapa Tidak?

Mungkin banyak yang tidak Anda ketahui tentang angsa, seperti salah satunya tidak semua angsa suka dengan tempat berair. Bahkan, beberapa angsa dapat terserang penyakit jika berada di kolam air yang dipenuhi oleh lumpur. Untuk itu, sebaiknya saat beternak angsa hindari lumpur ada di kolam air.

Jika tidak mempunyai lahan khusus untuk beternak, Anda dapat memanfaatkan pekarangan rumah. Beternak angsa di pekarangan rumah cukup mudah. Berikut tata cara beternak angsa di pekarangan rumah.

Pemilihan bibit

Untuk memulai beternak angsa, hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah pemilihan bibit angsa. Memilih bibit tergantung dari tujuan pemeliharaannya. Bila untuk sekadar hobi, akan banyak pilihan. Sementara itu, jika beternak angsa untuk skala bisnis seperti memproduksi daging atau telur, pilihan menjadi agak terbatas. Ini karena harus memperhitungkan faktor ekonomis, yaitu ongkos produksi harus lebih rendah daripada harga jual.

Ada beberapa jenis angsa yang biasa diternakkan. Jenis bibit angsa yang terkenal antara lain toulouse, embden, dan African yang tergolong paling berat tubuhnya. Sementara itu, ada pula pilgrim yang memiliki berat tubuh sedang. Selain itu, bobot tubuh paling ringan ada pada jenis chinese.

Kecepatan pertumbuhan dan kemampuan berproduksi telur pada jenis bibit yang sama belum tentu akan sama pula hasilnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memilih bibit dari induk yang pertumbuhannya paling cepat dan menghasilkan banyak telur.

Persiapan kandang

Angsa tergolong binatang yang tidak kerasan tinggal di kandang. Biarkan mereka berkeliaran di halaman sampai batas tertentu. Kandang diperlukan sebagai tempat berteduh dari hujan lebat dan angin kencang di samping sebagai tempat tidurnya. Ukuran kandang yang dianggap memadai untuk tiap ekor angsa adalah 1 × 1 meter persegi ditambah 3—4 × 1 meter persegi sebagai pekarangannya.

Atap kandang usahakan tidak bocor agar waktu hujan tetap kering. Makanan sebaiknya biasa diberikan dalam kandang dengan menggunakan baskom atau wadah plastik yang terbuka. Air minumnya diusahakan berada di luar kandang untuk menjaga agar kandang tetap kering. Sarang tidak diperlukan kecuali sudah ada yang bertelur. Sarang bisa dibuat dari kotak kayu yang di dalamnya diberi alas dari serutan kayu atau pecahan strowbur. Cahaya di kandang harus cukup untuk menstimulasi percepatan produksi telur.

Pembiakan

Biasanya angsa paling baik dijodohkan sepasang atau bertiga. Angsa jantan yang perkasa akan puas mendapat jodoh dengan 4 atau 5 betina. Pada berbagai kasus, banyak sekali jantan berpasangan dengan betina yang sama dari tahun ke tahun. Jumlah telur yang dihasilkan pada tahun kedua akan lebih banyak dari tahun pertama. Persentase keberhasilan penetasannya pun semakin baik. Induk angsa dapat terus memproduksi telur sampai 10 tahun. Dari hasil penelitian, kemampuan reproduksi angsa jantan lebih cepat menurun dibanding angsa betina.

Pemeliharaan telur

Ambil telur dua kali tiap hari, terutama pada musim hujan. Selalu hati-hati dalam pengentasan (mengangkat) telur. Bersihkan bilamana dipandang perlu. Temperatur yang paling baik pada tempat penyimpanan telur adalah 7—13°C dengan kelembapan relatif paling kecil 70%. Bila telur akan disimpan lebih dari dua hari, balikkan tiap hari agar persentase penetasannya meningkat. Apabila cara penyimpanan telur kurang baik, persentase penetasan ini menurun setelah telur disimpan 6—7 hari. Apabila cara penyimpanannya tepat, telur dapat bertahan 10—14 hari dengan hasil pengentasan yang tidak berkurang.

Pengeraman telur

Masa inkubasian telur angsa umumnya antara 29—30 hari. Sekira 4—6 telur dapat diinkubasi pada setelan untuk ayam betina, sedangkan 10—12 telur pada setelan angsa. Balikkan telur tiga atau lima kali sehari apabila inkubator tidak bekerja sendiri. Angka bilangan pembalikan telur harus ganjil untuk mencegah letak telur berada pada posisi yang sama tiap malam.

SUMBER : http://www.pertanianku.com/beternak-angsa-di-pekarangan-rumah-kenapa-tidak/

MINYAK ATSIRI MENJADI ANTIBIOTIK UNTUK

Setelah sekitar setengah abad berjaya sebagai pendorong pertumbuhan (growth promoter) pada hewan ternak, dominasi antibiotik kelihatannya akan usai. Sudah semakin banyak ditemukan alternatif potensial sebagai promoter pertumbuhan hewan ternak, salah satunya minyak atsiri.

Minyak Atsiri Menjadi Antibiotik Untuk Unggas

Penggunaan antibiotik dosis rendah (subtherapeutic dose) sebagai promoter pertumbuhan pada hewan ternak dimulai di Amerika Serikat tahun 1950. Sebagai bahan tambahan dalam pakan, antibiotik dapat menaikkan tingkat pertumbuhan dan efisiensi pakan pada hewan ternak. Klaim tentang manfaatnya termasuk peningkatan kualitas daging, yakni kadar lemak lebih rendah dan kadar protein yang lebih tinggi. Juga pengendalian terhadap patogen Salmonella, Compylobakter, Escherichia coli dan lainnya yang juga patogen bagi manusia.

Reaksi kontroversial kemudian bermunculan di mancanegara tentang dampak negatif penggunaan antibiotik, yakni karena residu antibiotik pada produk ternak pangan dan menimbulkan resistensi pada mikroba patogen pada ternak yang juga patogen bagi manusia. Apalagi oleh penggunaan berlebihan antibiotik dalam suatu jangka waktu tertentu. Ini bisa mengancam kesehatan manusia dan menjadikan antibiotik tidak lagi mempan sebagai obat untuk hewan maupun manusia. Oleh sebab itu, penggunaan antibiotik sebagai promoter pertumbuhan harus dibatasi atau dihentikan, diganti dengan bahan-bahan lain.

Di antara pelopor pembatasan bahkan penghentian antibiotik sebagai promoter pertumbuhan negara-negara di Eropa. Dimulai dengan pelarangan penggunaan avoparcin oleh Swedia pada 1986, beberapa negara lainnya menyusul pada 1997 Uni Eropa secara resmi melarangnya.

SUMBER : http://www.pertanianku.com/minyak-atsiri-menjadi-antibiotik-untuk-unggas/

INSEMINASI BUATAN PADA SAPI

Inseminasi Buatan (IB) adalah pemasukan atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina dengan menggunakan alat-alat buatan manusia, jadi bukan secara alam. Dalam praktek prosedur IB tidak hanya meliputi deposisi atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin betina, tetapi juga tak lain mencakup seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengangkutan semen, Inseminasi, pencatatan dan juga penentuan hasil inseminasi pada hewan betina, bimbingan dan penyuluhan pada ternak .

 

Manfaat Inseminasi Buatan

v  Efisiensi waktu, dimana untuk mengawinkan            sapi peternak   tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull),   mereka cukup menghubungi inseminator di daerah    mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang             mereka inginkan.

v  Efisiensi biaya, dengan adanya inseminasi     buatan             peternak tidak             perlu lagi memelihara pejantan           sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan            untuk indukan saja.

v  Memperbaiki kualitas sapi, dengan adanya inseminasi           buatan sapi lokal sekalipun dapat menghasilkan anak     sapi unggul seperti Simmental, limousine dan            charolise.

 

Deteksi Birahi

Deteksi birahi  adalah salah satu faktor yang sangat menetukan sukses atau tidaknya program IB pada ternak. Menurut hasil penelitian dinyatakan bahwa reproduksi yang baik ditunjukkan terdeteksi atau tidaknya sapi tersebut pada waktu birahi

Tanda – Tanda  Birahi

–                      Pada tahap awal sapi betina membaui sapi lainnya

–                       Berusaha menaiki sapi lainnya tetapi belum mau untuk dinaiki

–                       Vulva mulai membesar dan Bengkak, Merah, dan Hangat

–                       Sering urinasi

–                       Sapi betina akan diam apabila dinaiki sapi lainnya

–                       Lebih sering melenguh

–                       Nafsu makan menurun

–                       Terdapat lendir pada bagian vulva

 

Siklus Birahi

Pada sapi yang tidak bunting, Satu siklus birahi yang normal terjadi setiap 18 – 24 hari dengan rata-rata 21 hari.

Jika siklus bertambah diatas 30 hari maka perlu diperhatikan tetang deteksi berahinya, nutrisi yang rendah atau adanya penyakit reproduksi.

Hal-hal yang dapat menyebabkan lamanya siklus birahi tidak beraturan antara lain:

–                      Birahi semu

–                       Kematian embrio dini

–                       Mutu pakan yang jelek

–                       Ketidak seimbangan hormon.

PERALATAN INSEMINASI BUATAN

  • Termos transport (bisa juga dengan termos air ukuran kecil), digunakan inseminator untuk membawa bibit ke lokasi ternak sapi yang akan dikawinkan.
  • Gunting, sebaiknya gunting yang digunakan adalah gunting steril, gunting digunakan untuk memotong ujung straw semen beku.
  • Gun, ini merupakan alat utama untuk menghantarkan semen beku ke dalam uterus sapi betina.
  • Glove, sarung tangan dari plastik digunakan untuk melindungi tangan dari kotoran sapi, selain itu untuk menghindari penyakit menular baik yang zoonosis sekalipun.
  • Plastic sheet, plastik perupa pipet yang digunakan untuk membungkus gun yang telah diisi dengan straw semen beku.
  • Pinset, digunakan untuk mengambil straw dari dalam termos
  • Air, sebaiknya air hangat digunakan untuk mencairkan semen beku.

Prosedur Inseminasi Buatan pada Sapi

Prosedur Inseminasi Buatan adalah sebagai berikut:

–          Sebelum melaksanakan prosedur Inseminasi Buatan (IB), semen harus dicairkan (thawing) terlebih dahulu dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkannya dalam air hangat atau meletakkannya dibawah air yang mengalir. Suhu untuk thawing yang baik adalah 37oC.

–          Jadi semen/straw tersebut dimasukkan dalam air dengan suhu badan 37oC, selama 7-18 detik.

–          Setelah dithawing, straw dikeluarkan dari air kemudian dikeringkan dengan tissue.

–          Kemudian straw dimasukkan dalam gun, dan ujung yang mencuat dipotong dengan menggunakan gunting bersih.

–          Setelah itu Plastic sheath dimasukkan pada gun yang sudah berisi semen beku/straw.

–          Sapi dipersiapkan (dimasukkan) dalam kandang jepit, ekor diikat.

–          Petugas Inseminasi Buatan (IB) memakai sarung tangan (glove) pada tangan yang akan dimasukkan ke dalam rektum.

–          Tangan petugas Inseminasi Buatan (IB) dimasukkan ke rektum, hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix), apabila dalam rektum banyak kotoran harus dikeluarkan lebih dahulu.

–          Semen disuntikkan/disemprotkan pada badan uterus yaitu pada daerah yang disebut dengan ‘posisi ke empat’.

–          Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka keluarkanlah gun dari uterus dan servix dengan perlahan-lahan.

 

 

SUMBER : http://disnak.langkatkab.go.id/berita/berita-daerah/29-inseminasi-buatan-ib-pada-ternak-sapi.html

BERBAGAI JENIS PENYAKIT PADA SAPI POTONG

Jenis penyakit pada sapi potong sangat beragam macamnya. Tetapi ada beberapa yang intensitas terjadinya penyakit lebih sering atau dengan kata lain banyak sapi potong yang terkena penyakit ini. Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang sapi potong.

Brucellosis
Brucellosis adalah penyakit ternak menular yang secara primer menyerang sapi, kambing, babi dan sekunder berbagai jenis ternak lainnya serta manusia. Pada sapi penyakit ini dikenal sebagai penyakit Kluron atau pemyakit Bang. Brucellosis pada sapi atau keluron menular adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Brucella abortus. Penyakit ini dapat mengakibat keguguran, angka kematian sangat kecil tau tidak terjadi namun kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangat besar berupa keguguran, anak lahir lemah (weakness), lahir mati (stillbirth), fertilitas dan infertilitas.

Kejadian brucellosis di Indonesia telah menyebar hampir di seluruh propinsi kecualiBali dan Lombok. Penularan brucellosis terjadi melalui saluran makanan, saluran kelamin, selaput lendir atau kulit yang luka dan IB. Gejala klinis brucellosis pada sapi dipengaruhi oleh umur sapi yang terinfeksi, jumlah kuman dan tingkat virulensinya. Anak sapi yang lahir dari induk yang terinfeksi akan terus menyimpan bibit penyakit sampai mencapai usia dewasa. Gejala yang paling menciri adalah keguguran pada bulan ke 5-8 kebuntingan. Pada sapi jantan brucellosis dapat menyebabkan peradangan testis (orchitis).

Diagnosis penyakit dapat dilakukan secara serologis dan dengan isolasi bakteri. Uji serologis dapat dilakukan dengan RBT (Rose Bengal Test), CFT (Complement Fixation Test) atau ELISA. Pengujian pada sekelopmpok sapi perah dapat dilakukan dengan uji MRT (Milk Ring Test). Isolasi bakteri dapat dilakukan dari spesimen yang diambil dari organ janin yang keguguran (paru dan lambung) dan dari plasenta induk, leleran vagina dan susu. Pada sapi jantan dapat diisolasi dari semen.

IBR
Penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang dapat menyerang alat pernafasan bagian atas dan alat reproduksi ternak sapi.  Biasanya penyakit ini menyerang ternak sapi yang ditandai dengan gejala deman tinggi ± 42°C, nafsu makan menurun dan dijumpai leleran hidung, hipersalivasi, produksi air susu menurun disertai dengan kekurusan.

 
TBC
Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan olehMycobacterium tuberculosis yang ditandai dengan pembentukan granuloma padajaringan yang terinfeksi. Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman aerob yangdapat hidup terutama di paru / berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsialtinggi. Penyakit tuberculosis ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar kehampir seluruh bagian tubuh termasuk meninges, ginjal, tulang, nodus limfe. Infeksi awalbiasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan. Individu kemudian dapat mengalamipenyakit aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon imun.

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit kronis yang menyerang semua jenis hewan dan manusia. Tuberkulosis pada sapi secara ekonomis sangat merugikan dan sekaligus merupakan ancaman bagi kesehatan manusia. Penyakit TB disebabkan oleh bakteri tahan asam Mycobacterium tuberculosis.Ada tiga tipe bakteri TB yaitu, tipe human (orang), tipe bovine (sapi), dan avian (unggas), namun demikian ketiga tipe tersebut dapat menginfeksi hewan. Kuman TB dapat tahan hidup berbulan-bulan di padang rumput yang rindang atau di kandang yang teduh. Kuman dapat mati secara cepat jika tekena sinar matahari.

Kejadian TB di Indonesia banyak ditemukan pada sapi perah daripada sapi potong. Sampai tahun 1994, kasus TB pada sapi hanya ditemukan di Jawa Barat. Penyakit TB sering dijumpai pada sapi perah yang sudah tua terutama yang dikandangkan dengan higiene lingkungan yang jelek. Prevalensi TB pada sapi di kandang terbuka biasanya lebih rendah. Infeksi terjadi melalui pernafasan atau percikan batuk dari hewan terinfeksi yang mencemari pakan atau minum. Pedet dapat tertular melalui susu dari induk yang terinfeksi. Lesi yang menciri dari TB adalah pembentukan tuberkel atau bungkul berwarna putih kekuningan pada paru atau usus hewan yang terinfeksi. Bungkul tersebut berisi cairan bernanah, hewan dapat mati karena organ tidak berfungsi akibat perkembangan jejas pada organ yang meningkat.

Diagnosis TB pada hewan hidup dapat dilakukan dengan reaksi hipersensitivitas dengan uji tuberkulin. Pada hewan terinfeksi akan terjadi pembengkakan pada sisi suntikan dan dapat diukur luasnya dengan kaliper. Hewan yang mati akibat TB dapat dikirimkan jaringan yang mengandung sarang-sarang tuberkel untuk isolasi bakteri dan pemeriksaan histopatologi. Pengobatan tidak dianjurkan pada hewan yang terserang TB karena tidak ekonomis. Pengujian TB dapat dilakukan secara teratur setiap 6-12 bulan dengan uji tuberkulin diikuti dengan pemotongan reaktor.
 
BVD
Bovine viral diarrhea (BVD) merupakan penyakit viral pada sapi yang disebabkan oleh virus BVD, mudah ditularkan diantara sapi dan telah menyebar ke seluruh dunia. Umumnya infeksi paska kelahiran bersifat non klinis, peningkatan temperatur biphasic (terjadi dua kali peningkatan suhu badan) dan leukopenia yang diikuti peningkatan zat kebal/antibodi yang dapat dideteksi dengan uji serum netralisasi. Infeksi dapat dilihat melalui diagnosis serologik, virologik dan munculnya tanda klinis serta adanya lesi patologik
 
Anthrax
Antraks atau anthrax adalah penyakit menular akut yang disebabkan bakteria Bacillus anthracis dan sangat mematikan dalam bentuknya yang paling ganas. Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan, namun juga dapat menjangkiti manusia karena terekspos hewan-hewan yang telah dijangkiti, jaringan hewan yang tertular, atau spora antraks dalam kadar tinggi.

Penyakit antraks atau radang limpa merupakan penyakit yang disertai bakteriemia pada kebanyakan spesies hewan. Antraks telah tersebar diseluruh dunia terutama di negara tropis namun umumnya terbatas pada beberapa wilayah saja. Antraks disebabkan oleh Bacillus anthracis, dan bakteri ini dapat membentuk spora bila terdedah udara dan tahan hidup hidup di tanah, di lingkungan yang panas dan bahan kimia atau desinfektan.

Apabila terjadi perubahan ekologik seperti datangnya musim hujan, spora yang semula bersifat laten akan berkembang dan meningkat populasinya. Sumber utama penularan antraks pada hewan adalah tanah yang tercemar dan air yang masuk tubuh melalui luka, terhirup bersama udara atau tertelan. Gejala yang menciri akibat serangan antraks adalah gejala septisemia yang ditandai adanya kematian mendadak dan perdarahan bersifat sianotik dari lubang-lubang alami. Di daerah endemik, terjadinya kematian mendadak pada sapi harus diwaspadai ada kemungkinan terserang antraks.

Diagnosis antraks berdasarkan epidemiologi/ atau adanya riwayat penyakit radang antraks dan gejala klinis. Pengiriman spesimen ke laboratorium berupa darah di dalam tabung, tusukan jarum dari telinga atau ekor atau preparat ulas darah. Pencegahan dan pengendalian antraks dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi pada ternak. Diagnosis banding dari antraks adalah keracunan tumbuhan, black leg, enterotoksemia. Hewan yang terserang atau diduga terserang antraks dilarang keras dipotong. Karakar dan alat yang tercemar harus dibakar dan kemudian dikubur dengan dilapisi gamping.
 
Anaplasmosis
Merupakan penyakit menular yang tidak  ditularkan secara kontak (non contagious) yang dapat bersifat perakut sampai kronis. Ditandai dengan demam tinggi, anemia, ichterus tanpa hemoglobinuria, di dalam eritrosit hewan penderita terdapat agen penyakit yang bentuknya seperti ”titik“ yang disebut Anaplasma, biasanya yang patogen adalah anaplasma marginal.  Penyakit ini lebih sering menyerang ternak sapi dan kerbau.  Anaplasma maupun Piroplasma termasuk dalam golongan rikettsia yang ditularkan oleh lalat penghisap darah.
 
Leptospirosis
Leptospira bertahan dalam waktu yang lama di dalam ginjal hewan sehingga bakteri akan banyak dikeluarkan hewan lewat air kencingnya. Hewan yang terinfeksi akan menularkan bakteri dalam urinenya yang bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kuman Leptospira dapat memasuki tubuh lewat luka atau kerusakan kulit lainnya atau melalui selaput lendir (seperti bagian dalam mulut dan hidung).

Setelah melewati barrier kulit, bakteri memasuki aliran darah dan dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh. Infeksi menyebabkan kerusakan pada lapisan dalam pembuluh darah. Hati, ginjal, jantung, paru-paru, sistem saraf pusat dan dapat juga mempengaruhi mata. Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira spp.

Penyakit ini mempunyai arti penting ditinjau dari segi ekonomi peternakan dan kesehatan masyarakat. Bakteri Leptospira peka terhadap asam, tahan hidup di dalam air tawar selama satu bulan tetapi mudah mati dalam air laut, air selokan dan air kencing yang pekat. Kejadian leptospirosis di Indonesia telah dilaporkan sejak jaman Hindia Belanda dan secara epidemiologi telah dilaporkan diberbagai tempat di Jawa dan Bali.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis dan menyerang hampir setiap hewan menyusui. Beberapa macam serovar telah ditetapkan yaitu serovar harjo, bataviae, javanica, semarangga, djasman, sentot dan paidjan. Infeksi pada sapi yang paling sering terjadi disebabkan oleh serovar harjo, sedangkan serovar pomona merupakan serovar yang paling banyak menyebabkan infeksi akut.

Penularan penyakit melalui kulit yang luka atau lewat selaput lendir mata, hidung dan saluran pencernaan. Diagnosis leptospirosis dapat dilakukan dengan uji MAT (Microscopic Agglutination Test) dari plasma darah, air kencing dan berbagai organ. Isolasi bakteri dapat dilakukan dari spesimen hati dan ginjal hewan yang baru saja mati atau dari organ janin yang abortus (ginjal, paru dan cairan rongga dada).

Diagnosis banding penyakit ini adalah anaplasmosis, babesiosis dan infeksi Clostridium hemoliticum (hemoglobinuria basiler). Pengobatan penyakit dengan beberapa jenis antibiotika harus segera dilakukan pada sapi yang terinfeksi untuk menghindari kerusakan jaringan dan perkembangan bakteri dalam tubuh ternak. Vaksinasi dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian antibiotika. Untuk kelompok ternak terbatas vaksinasi diberikan setiap tahun, sedangkan pada ternak yang menyebar dilakukan setiap 6 bulan.
 
Salmonellosis
Salmonellosis pada sapi disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella dublin, S. typhimurium atau S. newport. Penyakit ini menyebabkan peradangan usus atau enteritis dan invasi organisme ke dalam aliran darah menyebabkan septisemia. Salmonella tidak tahan hidup di alam, terutama dalam suasana kering.

Salmonellosis pada sapi di Indonesia ditemukan di mana-mana. Penularan salmonellosis terjadi melalui pakan atau minuman yang tercemar dengan tinja dari ternak yang terinfeksi. Ternak yang terinfeksi dapat tetap mengeluarkan kuman 3-4 bulan setelah sembuh. Selain itu penularan juga dapat terjadi secara intra uterin.

Gejala klinis salmonellosis akut berupa demam, lesu, kurang nafsu makan. Pada sapi perah dapat menurunkan produksi susu. Ternak juga mengalami diare berdarah dan berlendir. Kematian dapat terjadi dalam waktu 3-4 hari setelah infeksi. Anak sapi umur 2-6 minggu yang terinfeksi secara akut dapat mengalami septisemia tanpa timbul diare. Selain itu hewan dalam keadaan bunting dapat mengalami keguguran jika terinfeksi.
 
Bovine Genital Campylobacteriosis
Bovine genital campylobacteriosis atau vibriosis adalah suatu penyakit kelamin pada sapi yang disebabkan oleh Campylobacter foetus. Infeksi yang terjadi terbatas pada alat reproduksi sapi betina atau kantung prepusium hewan jantan. Bakteri ini mudah mati oleh sinar matahari dan desinfektan.

Campylobacteriosis di Indonesia telah ditemukan di beberapa tempat namun penyebarannya belum diketahui secara rinci. Penularan penyakit terjadi melalui perkawinan atau inseminasi buatan (IB) dengan semen pejantan yang terinfeksi. Sapi betina yang terserang campylobacteriosis pertama kalinya dapat mengalami keguguran pada kebuntingan bulan ke-5 atau ke-6. Setelah infeksi berkembang, gejala yang muncul adalah turunnya fertilitas dan angka kelahiran akibat kematian janin.

Diagnosis penyakit ini dapat dilakukan dengan pengiriman contoh uji dari leleran vagina, prepusium pejantan dan serum ke laboratorium. Diagnosa banding campylobacteriosis adalah trikomoniasis, brucellosis dan IBR. Pengendalian infeksi pada ternak dapat dilakukan dengan manajemen yang baik dan vaksinasi. Semen yang akan digunakan untuk IB harus bersih dari infeksi dan bebas penyakit campylobacteriosis.
 
Johne’s Disease
Johne’s disease atau paratuberkulosis dalah penyakit bakterial menahun yang disebabkan oleh Mycobacterium paratuberculosis. Penyakit ini menyebabkan radang usus dengan gejala diare hebat terus menerus dan berakhir dengan kematian. Kejadian paratuberkulosis tersebar secara luas di dunia. Di Indonesia kejadian penyakit belum ada data yang pasti penyebarannya namun dilaporkan Secara histopatologis pernah didiagnosis pada sapi perah impor di Semarang.

Penularan penyakit terjadi karena pencemaran lingkungan oleh bakteri melalui makanan dan minuman. Penularan sering terjadi dari penderita paratuberkulosis sub-klinis. Gejala klinis penyakit ini bervariasi, dimulai dari turunnya kondisi tubuh dan kebengkakan intramadibular. Nafsu makan dan suhu tubuh biasanya tetap normal.

Diagnosis berdasarkan atas gejala klinis dan dikukuhkan dengan pengujian laboratoris dari sepesimen usus halus untuk pemeriksaan patologi, isolasi dan identifikasi bakteri. Uji intradermal dengan Johnin test juga dapat dilakukan di lapangan. Pengendalian penyakit dengan pengobatan tidak efektif sehingga dianjurkan agar hewan sakit dipotong untuk menghindari kerugian. Sapi penderita paratuberkulosis yang dipotong masih dapat dikonsumsi dagingnya dan jaringan yang terserang dimusnahkan dengan dibakar
 
Pink Eye
Pink eye atau radang mata menular adalah penyakit menular akut pada sapi yang disebabkan oleh bakteri, virus, riketsia atau klamidia. Penyebab bakteri adalah Moraxella bovis yang bersifat hemolitik. Penyakit ini ditandai dengan adanya kemerahan pada selaput lendir mata yang selanjutnya dapat menyebabkan kekeruhan kornea atau kebutaan. Penurunan berat badan terjadi karena gangguan mencari pakan akibat kebutaan. Infeksi bisa terjadi secara unilateral maupun bilateral.

Kejadian penyakit radang mata menular di temukan di Indonesia di mana-mana pada berbagai jenis sapi terutama sapiBali. Penularan penyakit ini dapat melalui debu, lalat dan percikan air yang tercemar oleh bakteri. Pada musim panas, penyakit ini sering ditemukan karena adanya debu dan lalat. Masa tunas dari pink eye berlangsung 2-3 hari ditandai dengan kongesti pada selaput lendir mata dan kornea. Hewan yang terinfeksi mengeluarkan banyak air mata, blefarospasmus, dan fotopobia. Kekeruhan kornea dapat terjadi 2 hari setelah infeksi, ulkus pada kornea timbul hari ke-4 dan kemudian pada hari ke-6 seluruh kornea menjadi keruh yang berakhir dengan kebutaan.

Diagnosis penyakit ini berdasarkan gejala perubahan pada kornea. Peneguhan diagnosis dapat dilakukan dengan isolasi dan identifikasi bakteri secara laboratoris dari spesimen swab air mata. Pengendalian penyakit radang mata menular ini dapat dilakukan dengan pengobatan antibiotika berspektrum luas.

 
Clostridial Disease
Clostridial disease pada sapi dapat disebabkan oleh infeksi berbagai spesies dari bakteri Clostridium, yaitu Clostridium botulinum sebagai penyebab penyakit botulisme, CL. Chauvoei penyebab penyakit radang paha dan Cl.  tetani penyebab penyakit tetanus.

a. Botulisme
Botulisme atau Lamziekti adalah penyakit yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum yang memperbanyak diri dalam jaringan yang membusuk. Bakteri ini membentuk spora dan tahan hidup bertahun-tahun dalam tanah dan bersifat anaerobik. Hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan total otot gerak. Cl. Botulinum terdapat dimana-mana di Indonesia dan terjadinya infeksi tergantung oleh faktor predisposisi seperti tidak sengaja termakan atau terminum.

Penularan penyakit terjadi melalui toksin dalam pakan atau air yang tercemar oleh bakteri. Kejadian botulisme sering terjadi pada sapi yang kekurangan fosfor karena hewan yang kekrangan fosfor cenderung mengunyah tulang yang dijumpai di pengembalaan. Apabila tulang tersebut berasal dari hewan pembawa kuman maka akan terjadi intoksikasi. Gejala klinis yang mencolok dari penyakit botulisme adalah terjadinya kelumpuhan total secara perlahan. Toksin menyerang sistem syaraf dan menyebabkan hewan sempoyongan, kesulitan menelan, ngiler dan mata terbelalak. Kelumpuhan terjadi pada lidah, bibir, tenggorokan, kaki dan disusul kelemahan umum.

Diagnosis penyakit dapat dilakukan dengan uji laboratoris dari spesimen pakan, isi usus atau bangkai dan diteguhkan dengan pengukuran konsentrasi toksin. Pengendalian penyakit ini dengan pengobatan tidak efektif, pencegahan dilakukan dengan pemusnahan karkas dan vaksinasi dengan toksoid tipe C dan D. Hewan yang mati karena botulisme dilarang dipotong untuk dikonsumsi dagingnya. Bangkai dimusnahkan, kandang serta peralatan disucihamakan dengan desinfektan.

b. Radang Paha
Radang paha atau Black Leg adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Cl. Chauvoei pada sapi yang berakibat kepincangan dan radang yang hebat pada bagian paha. Kejadian penyakit radang paha di Indonesia pertama kali dilaporkan di Subang pada tahun 1907. Daerah endemik radang paha di Yogjakarta, Surakarta dan Madiun.
Penularan penyakit terjadi melalui spora yang termakan oleh hewan dan biasanya menyerang sapi muda umur 8-18 bulan. Gejala klinis yang mencolok adalah pada pangkal kaki belakang yang terserang dengan gejala awal pincang diikuti terbentuknya peradangan di bagian atas kaki yang meluas secara cepat. Jaringan yang terserang jika diraba berkrepitasi yang disebabkan penumpukan gas di bawah kulit. Timbul demam yang tinggi dan pernafasan meningkat, hewan terdengar mendengkur dengan gigi gemertak. Kematian terjadi mendadak antara 1-2 hari setelah timbul gejala serta dapat terjadi pendarahan pada hidung dan dubur.
Diagnosis dapat dilakukan dengan pengujian FAT. Pemeriksaan sediaan ulas darah secara cepat dapat membedakan dengan penyakit antraks. Pengendalian dan pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi masal di daerah tertular setiap tahun untuk umur 6 bulan sampai 3 tahun. Pengobatan hewan sakit dapat dilakukan dengan suntikan penisilin dosis besar. Hewan yang mati karena radang paha dilarang dipotong untuk dikonsumsi dagingnya. Bangkai dimusnahkan, kandang serta peralatan disucihamakan dengan desinfektan.

c. Tetanus
Tetanus adalah penyakit akut yang mengakibatkan kekakuan dan kekejangan otot tubuh yang disebabkan infeksi bakteri Cl. Tetani. Bakteri ini terdapat di dalam tanah dan alat pencernaan hewan. Tetanus ditemukan dimana-mana di Indonesia terutama kuda, babi, domba, kambing dan kera, sedangkan pada sapi jarang terjadi. Kejadian penyakit ini biasanya bersifat insidental mengikuti infeksi pada luka yang dalam atau pada lokasi yang banyak menggunakan pupuk kandang.

Penularan terjadi karena adanya luka kecil dan dalam, yang memungkinkan adanya kondisi anaerobik yang memudahkan pertumbuhan bakteri. Gejala klinis yang teramati pertama kali adalah kekakuan otot lokal diikuti oleh kekejangan umum, suhu tubuh sangat tinggi menjelang kematian. Kematian akibat tetanus sangat tinggi yaitu mencapai 80% .

Diagnosis dapat diperkirakan berdasarkan gejala klinis adanya kekejangan yang tetanik. Peneguhan diagnosis dapat dilakukan dengan pengiriman spesimen ulas atau biopsi jaringan luka ke laboratorium. Pengobatan dapat dilakukan dengan penyuntikan antitoksin diikuti pembersihan dan desinfeksi luka. Antibiotika dapat mematikan kuman penyebab bila luka telah dibersihkan namun tidak mampu menghilangkan toksin dari jaringan. Ternak yang terserang tetanus dilarang keras dipotong. Karkas harus dimusnahkan dengan dibakar.

Khasiat dan Manfaat Susu Kambing

https://i1.wp.com/obatherbal-murah.com/wp-content/uploads/2016/01/manfaat-susu-kambing-etawa.jpg?resize=696%2C464

Berbicara soal susu, orang biasanya langsung berpikir susu sapi atau susu kedelai. Tetapi tahukah Anda, kalau khasiat dan manfaat susu kambing lebih hebat dari kedua susu itu?

Susu kambing adalah susu yang dihasilkan oleh kambing betina setelah melahirkan, dalam jangka waktu 0-3 hari dihasilkan susu kolostrum yang mengandung sangat banyak zat gizi jika dibandingkan dengan susu sapi.

Susu kambing merupakan minuman terbaik di dunia setelah ASI dan memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan manusia. Selain itu, susu kambing terutama jenis susu kambing etawa mengandung sumber nutrisi atau gizi yang kaya akan lemak baik, protein, enzim, mineral dan vitamin.

Susu kambing etawa memiliki komposisi dan struktur gizi susu kambing sangat mirip dengan ASI, sehingga lebih mudah dicerna dan berasimilasi (berbaur) dalam tubuh manusia seperti ASI. Susu kambing etawa juga mengandung sumber nutrisi atau gizi yang kaya akan lemak baik, protein, enzim, mineral dan vitamin.

Kandungan susu kambing

Dari hasil penelitian para ahli, bahwa kandungan susu kambing adalah kalium (potassium) yang sangat bermanfaat menstabilkan tingginya tekanan darah, mengatur fungsi kerja jantung dan menekan resiko terkena arteriosclerosis dan mengurangi seseorang mengalami resiko terkena penyakit stroke dan jantung.

Di setiap 100 gram susu kambing etawa mengandung 3-4% protein, 4-7% lemak, 4,5% karbohidrat, 134 gram kalsium dan 111 g fosfor. Komposisi kimiawi susu kambing etawa mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, vitamin A,B1 (IU), B2 (mg), B6, B12, C, D, E, Niacin, V, Asam Pantotenant, Kolin dan Inositol.

Dengan rutin memberikan susu kambing etawa kepada anak, akan memiliki kepadatan tulang yang baik, kadar hemoglobin meningkat, serta kecukupan vitamin A, B1, B2 dan B3 yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan sel otak dan saraf yang bisa membantu kecerdasan.

Asam amino yang mengandung unsur belerang metionin, sistin dan sistein penting untuk membangun kesehatan otak dan sistem saraf, serta berperan dalam pembentukan sel darah penawar racun (detoksifikasi) bahan bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Keunggulan susu kambing etawa dibanding susu lainnya :

  1. Mempunyai sifat antiseptik alami dan bisa membantu menekan pembiakan bakteri dalam tubuh. Hal ini disebabkan adanya Fluorin yang kadarnya 10-100 kali lebih besar dari pada susu sapi.
  2. Bersifat basa (Alkaline Food) sehingga aman bagi tubuh.
  3. Proteinnya lembut, efek laktasenya ringan, sehingga tidak menyebabkan diare.
  4. Lemaknya mudah dicerna karena mempunyai tekstur yang lembut dan halus lebih kecil dibandingkan dengan butiran lemak susu sapi atau susu lainnya. Dan juga bersifat homogen alami. Hal ini mempermudah untuk dicerna sehingga menekan timbulnya reaksi-reaksi alergi. Susu kambing etawa dapat dicerna oleh manusia 20 menit lebih cepat dari pada susu lainnya.

Khasiat dan Manfaat susu kambing etawa bagi kesehatan

Susu kambing etawa dipercaya memiliki berbagai manfaat luar biasa bagi kesehatan. Hal itu didasarkan pada penelitian yang mengatakan bahwa susu kambing etawa memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang cukup lengkap. Diantaranya, fosfor, kalsium, sodium dan flourin. Oleh karena itulah, susu kambing etawa diklaim memiliki manfaat yang hampir setara dengan ASI.

Dengan melihat kandungan nutrisi yang sangat beragam dan komplit, tidak mengherankan jika manfaat susu kambing etawa juga terbilang banyak dan bermacam-macam.

Apa saja manfaat susu kambing etawa tersebut? Berikut ulasannya tentang manfaat susu kambing etawa bagi kesehatan.

  1. Memiliki sifat anti-inflamasi alami

Susu kambing etawa dihomogenisasi secara alami. Gelembung-gelembung lemak yang terdapat pada susu kambing etawa ini dapat memecahkan diri menjadi bagian yang lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi. Hal ini bermanfaat untuk mempermudah pencernaan dan penyerapan makanan oleh tubuh.

Nah, bagi orang yang menderita masalah usus atau gangguan percernaan yang disebabkan oleh inflamasi, susu kambing etawa sangat bagus untuk dikonsumsi. Sifat probiotik yang terdapat dalam susu kambing etawa dapat mendorong pengembangan sistem pencernaan yang lebih baik.

  1. Mengandung asam lemak esensial

Susu kambing etawa mengandung sekitar 35% asam lemak lebih tinggi bila dibandingkan dengan susu sapi yang hanya memiliki 17%. Di samping itu, susu kambing etawa lebih terasa khasiatnya jika diminum dalam keadaan masih mentah, bahkan bagi mereka yang tidak toleran laktosa. Susu kambing etawa juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol yang tinggi. Asam lemak antimikroba seperti kaprilat dan asam kaprat ditemukan dalam susu kambing etawa juga berguna untuk memperbaiki sistem pencernaan.

  1. Memperbaiki sistem pencernaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, susu kambing etawa sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Susu ini memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan Anda dan menekan rasa lapar secara efektif sehingga sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Selain itu, tidak adanya protein kompleks dalam susu kambing etawa membuat susu ini kurang alergi bila dibandingkan dengan susu sapi.

  1. Tidak menyebabkan alergi

Banyak orang mengeluhkan bahwa susu sapi ternyata dapat membuat mereka alergi dan rentan terhadap penyakit pernapasan. Namun Anda jangan khawatir, susu kambing etawa merupakan alternatif yang sangat ampuh dan mujarab untuk mengatasi masalah tersebut. Kandungan lemak yang tinggi dalam susu sapi merupakan penyebab terjadinya penumpukan lendir yang memicu alergi. Gelembung-gelembung lemak yang terdapat dalam susu kambing etawa hanya sepersembilan dari lemak yang ada dalam susu sapi. Oleh karena itu, iritasi pada usus Anda karena mengkonsumsi susu dapat dihindari.

  1. Bertindak sebagai agen metabolik

Penelitian dan studi yang dilakukan pada susu kambing etawa menyimpulkan bahwa susu kambing etawa berhubungan erat peningkatan kemampuan untuk menyerap zat besi dan tembaga, terutama pada orang yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu.

  1. Manfaat susu kambing untuk osteoporosis

Biasanya orang yang mengalami osteoporosis akan mengkonsumsi susu sapi untuk meningkatkan asupan kalsium. Tidak ada salahnya sekarang beralih ke susu kambing, karena susu kambing etawa sangat kaya akan kalsium dan asam amino triptofan. Kalsium, sangat membantu pertumbuhan, memadatkan tulang, mencegah osteoporosis dan pengapuran tulang untuk orang yang sudah mulai beranjak lansia.

  1. Sebagai nutrisi baik dan alami

Kambing dikenal sebagai hewan sodium bio-organik sebab berkhasiat untuk meningkatkan semangat, fleksibilitas dan vitalitas bagi orang yang gemar mengkonsumsi susu kambing. Sodium bio-organik merupakan elemen yang menjaga persendian tetap lentur dan sehat. Selain itu, susu kambing etawa juga banyak digunakan sebagai obat untuk memelihara dan regenerasi sistem saraf.

  1. Dapat mengobati penyakit TBC dan Asma

Manfaat Susu kambing etawa juga baik bagi penderita penyakit pernafasan seperti Asma, TBC, Bronkitis, Infeksi Paru-paru., karena mengandung flourin + betakasein yang baik untuk penderita asma, TBC, bronchitis, dan pneumonia;

  1. Baik untuk ibu hamil dan menyusui

Manfaat susu kambing etawa yang lain sebagai gizi tambahan bagi ibu hamil dan menyususi.

  • Manfaat susu kambing bagi ibu hamil – Susu Kambing berperan membantu pembentukan dan perkembangan bayi semasa dalam kandungan. Konsumsi dua gelas Susu Kambing saat awal kehamilan bermanfaat membantu proses tumbuh kembangnya janin dan membantu perkembangan otaknya. Juga bermanfaat untuk menjaga stamina dan mencegah kondisi lemas serta kurang bertenaga.
  • Manfaat susu kambing buat ibu menyusui – Sangat memerlukan nutrisi agar dapat menyusui bayi dengan sempurna. Susu ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi, namun kebanyakan ibu terpaksa menghentikan penyusuan karena aliran susu semakin sedikit sedangkan bayi memerlukan susu yang lebih seiring perkembangannya. Minum 2x sehari dapat membantu meningkatkan produksi ASI, jika bayi sudah berusia 6 bulan, Susu Kambing dapat diberikan sesuai kebutuhan bayi.
  1. Manfaat susu kambing untuk kecantikan

Tahukah Anda bahwa susu kambing etawa ternyata dapat digunakan sebagai masker wajah dan lulur. Cara ini berguna untuk menghaluskan kulit serta mengecilkan pori-pori wajah sehingga terbebas dari berbagai masalah kulit seperti jerawat. Dan sekarangpun banyak beredar sabun susu kambing untuk kecantikan.

Manfaat Susu Kambing Etawa lainnya

  1. Susu kambing bermanfaat membantu mengobati alergi pada kulit dan organ tubuh lainnya. Lactoglobulin, berfungsi untuk penahan protein yang disebabkan alergi.
  2. Susu kambing berkhasiat stamina dan daya tahan tubuh bagi yang kekurangan darah (anemia) dan wanita yang sedang haid, cynokobalamin sebagai pembentuk zat HB bagi penderita talasemia, demam berdarah, dan anemia.
  3. Berkhasiat untuk penderita kelainan fungsi ginjal atau dalam dunia medis disebut dengan Nephbrotic Syndrom.
  4. Manfaat susu kaming lainnya sebagai obat terapi penyembuhan asam urat
  5. Membantu untuk memberikan asupan nutrisi dan gangguan metabolisme tubuh lainnya.
  6. Membantu pencernaan dan menetralisir asam lambung yang berlebihan, mengandung mineral alkaline yang berfungsi untuk penyembuhan maag kronis;.
  7. Mengatasi masalah impotensi/ frigiditas serta meningkatkan vitalitas pria dan wanita dewasa. sehingga tetap semangat dan tidak mudah capek.
  8. Membantu mengurangi keluhan yang diakibatkan sakit kanker. Enzim xanthine oxydase dan niasin (vitamin B3) yang berfungsi mengatasi sel kanker atau tumor dan juga bisa mengurangi efek toksin kemoterapi.
  9. Memperbaiki kondisi jaringan lemak sehingga dapat menghaluskan kulit.
  10. Mengandung Zincum (Zn) yang berfungsi membentuk sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.
  11. Medium Chain Trygliseride (MCT) yang berguna bagi program diet dan penyembuhan akibat stroke.
  12. Kalium, berfungsi menstabilkan dan menormalkan tekanan darah, sehingga sangat tepat untuk penderita arteriosclerosis, penderita tekanan darah tinggi maupun tekanan darah rendah.
  13. Kandungan A2-betakasein dan Asam Amino Esensia, berfungsi untuk membantu kerja pancreas sebagai penghasil dan pembentuk insulin yang berguna bagi penderita diabetes / kencing manis.
  14. Riboflavin (Vit B2) dan (B3) yang berfungsi menumbuh kembangkan sel otak dan sel system saraf sehingga baik bagi kecerdasan anak dan menurunkan frekuensi serangan migrain.

Itulah segudang manfaat susu kambing etawa bagi kesehatan. Susu kambing etawa merupakan pilihan yang tepat dan menyehatkan terutama ketika dikonsumsi mentah.

Cara mengolah susu kambing etawa juga cukup mudah, usai diperah susu disaring sebanyak 4 kali lalu dimasak hingga mendidih untuk menambah kelezatan susu bisa ditambahkan jahe dan gula aren. Susu kambing bubuk juga banyak dijual dipasaran.

Sumber : http://obatherbal-murah.com/khasiat-dan-manfaat-susu-kambing/

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai